mungkin aku memang harus menulis
atau karena aku suka menulis,
ataukah mungkin kerjaku adalah sebagai penulis ?
entahlah..
yang jelas saat ini aku hanya bisa menulis
aku kali ini dan berkali-kali sebelum kali ini
selalu menulis setiap kegundahan hati yang kurasakan, kucemaskan
dan ku khawatirkan.
di sebuah meja di sudut perpus FISIP dekat jendela, sore itu hujan....
aku mulai menulis setiap tangisku lewat kata, bukan huu.. atau hhiiii..
tapi kata yang lebih menyedihkan
setiap kata yang kutulis tak lebih dari sekedar ungkapan yang sulit ku ucapkan lewat kata
Jumat, 15 April 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hari Setelah Kemarin
Hari selalu berganti, yang kemarin kemudian sudah berlalu lantas berganti menjadi hari ini, pergantian tersebut secara jam hanya terus menun...
-
Hari selalu berganti, yang kemarin kemudian sudah berlalu lantas berganti menjadi hari ini, pergantian tersebut secara jam hanya terus menun...
-
Haii dirimu yang tentunya bukan Dilan-ku, karena aku bukan Milea Haii kepadamu yang tentunya bukan Romeo, karena aku bukan Juliet Dan kep...
-
Robin Hartanto | Newsroom Blog – Sel, 17 Apr 2012 Apabila sebuah kota bisa dianggap panggung sandiwara, Jakarta pastilah salah satu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar